Kamis , Januari 18 2018
Home / Reportase / El’s Creative Hub, Sinergi untuk Lampung yang Lebih Baik

El’s Creative Hub, Sinergi untuk Lampung yang Lebih Baik

Sebuah sudut di El's Coffee. | Adian Saputra
Sebuah sudut di El’s Coffee. | Adian Saputra

Hiruk pikuk suara orang terdengar jelas siang jelang sore ini di gerai El’s Coffee di Jalan Mayor Salim Batubara, Kupangteba, Bandar Lampung. Si empunya usaha, Elkana Arlen Riswan, pria beralmanak lahir tahun 1986 itu, punya hajatan lumayan akbar. Hari ini, ia meluncurkan El’s Creative Hub.

Dua lantai di gerai ini disiapkan untuk varian usaha barunya itu. Sebetulnya, bukan sejatinya usaha. Sebab, Elki, demikian ia biasa disapa, lebih punya misi sosial. El’s Creative Hub ini diniatkan sebagai tempat orang-orang kreatif “ngantor”. Jika selama ini mendirikan kantor butuh dana lumayan besar untuk sewa dan perlengkapan, El’s punya alternative.

Di sini, orang-orang berpikiran maju bisa saling kerja bareng dalam ruangan yang nyaman. Nyaman di sini lumayan terasa tatkala penulis mulai menatahkan satu demi satu kalimat menulis artikel sederhana ini.

Ruang co-working nyaman di El's Creative hub. | Adian Saputra
Ruang co-working nyaman di El’s Creative hub. | Adian Saputra

Ruangan di lantai II ini terdiri dari kubikel yang khas ruang kerja. Ada satu spot yang mirip dengan ruang kerja saya sewaktu di Lampung Post dahulu. Jika tak suka dengan sauna kubikel, kita bisa memilih spot lainnya yang sekatnya minim. Atau jika masih kurang nyaman juga, bisa ambil yang lesehan.

Ada juga meja yang bisa dijadikan tempat rapat mini sambil menuliskan gagasan. Masih kurang juga, ada satu ruang seperti hall kecil. Di sini tidak ada meja. Yang ada hanya beberapa kursi empuk dengan dua buah sofa yang besar. Jika hendak mengetik, kita mesti lesehan.

Elki tampaknya tahu benar soal rupa-rupa orang yang hendak nyaman. Di satu sudut, ia tempatkan ruang kecil yang plong tanpa kursi dan meja. Yang ada di dalamnya hanya bantal-bantal kecil. Mungkin yang suka mengetik dengan menelungkup, bisa pakai spot yang ini.

Pelayan El's Coffee sigap melayani pelanggan. | Adian Saputra
Pelayan El’s Coffee sigap melayani pelanggan. | Adian Saputra

Tapi saran saya tidak deh, hehehe. Menulis dengan tubuh menelungkup tidak bagus untuk kesehatan. Namun, jika ada di antara kita yang menyukai gaya demikian, silakan saja.

Dalam sambutannya di panggung tadi, Elki mengatakan, El’s Creative Hub memang diniatkan untuk mempertemukan orang-orang kreatif untuk kemajuan bersama, wabilkhusus membawa nama Lampung. Ia mengatakan, di kota-kota besar, sekarang marak orang bertemu untuk rapat tidak menggunakan kantor.

Mereka, lanjut dia, sering bertemu di kafe, kedai, dan tempat-tempat asyik lainnya. Di sana mereka bisa menuangkan gagasan, bahkan ada yang menyelesaikan pekerjaan mereka di destinasi itu. Pendeknya, cara pandang orang tentang dunia kerja sudah berubah. Melakukan aktivitas itu tak mesti di kantor. Asal ada tempat yang enak, itulah bisa dijadikan ruang ngantor.

Seorang bloger berbincang soal citarasa kopi di El's Coffee. | Adian Saputra
Seorang bloger berbincang soal citarasa kopi di El’s Coffee. | Adian Saputra

“Saya memang membidik itu. Kami ingin di Bandar Lampung ini orang juga punya kebiasaan semacam itu. Kalau mesti sewa ruko, beli peralatan kantor, menggaji pelayan kantor, kan lumayan. Kalau di El’s Creative Hub ini, tinggal datang saja, bawa laptop, diskusi, kemudian kerja. Nyaman, santai, dan menyenangkan,” tuturnya.

Elki mengatakan, El’s Creative Hub lebih kepada ikhtiarnya menjadikan Lampung lebih baik. Sama halnya seperti saat pertama kali ia mendirikan El’s sekitar tahun 2013.

Saya beruntung bisa bertemu dengan ayahanda elki, Pak Joni. Joni tak menyebut nama lengkap saat saya minta.

“Joni, itu aja. Joni AEKI,” ujarnya.

Ayahanda Elki ini memang seorang pengusaha kopi. Ia lama tergabung dalam Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia atau lazim disingkat AEKI. Kebetulan waktu SMA dahulu, ketua AEKI Lampung itu, Nuril Hakim namanya, adalah ayah dari kawan akrab di SMA: Rangga Putra Nuril.

“Elki dulu awal buka di Chandra. Ya kedai kopi. Susahnya minta ampun. Enggak ada yang mau beli kopi dia. Sampai kemudian ia maju dan berkembang sampai dengan sekarang,” ujar Joni.

Joni menuturkan, kini mengekspor kopi bukan pilihan utama. Kata dia, makin deras ekspor, tekanan makin tinggi. Maka, ia setuju saat anaknya membuka usaha kedai kopi beserta varian-variannya.

Yang jelas, kata dia, kopi yang dijadikan bahan baku ini adalah kopi Lampung. Dan semua pekerjanya juga berasal dari Lampung. Dengan begitu, usaha El’s Coffee ini menambah lapangan pekerjaan.

“Kami di sini enggak pandang suku, yang penting mau kerja, mau maju. Inilah yang saya suka dari usaha El’s Coffee ini,” ujarnya.

Pengaturan tempat El's Creative Hub yang nyaman. | Adian Saputra
Pengaturan tempat El’s Creative Hub yang nyaman. | Adian Saputra

Elki menjelaskan, El’s Coffee yang ia dirikan ini memang seratus persen kopi Lampung. Ada kopi lainnya hanya sebagai perbandingan dan jika ada pemesan. Namun yang utama kopi lampung.

“Lampung ini mesti maju. El’s ini dibuat anak dari Lampung. Kopinya juga Lampung. Semua Lampung. Jangan malah kita kalah dengan daerah lain yang buka usaha di sini kemudian ramai. Itu sah-sah saja, tapi saya punya cita-cita membawa nama Lampung dan berkontribusi untuk daerah ini,” ujarnya.

Elki bernawaitu ingin menjadikan El’s Coffee dan El’s Creative Hub ini menjadi kebanggaan Lampung. Ia juga tak sungkan menggelar banyak event meramaikan launching ini. Tanggal 9 dan 10 Desember ini, ia menggelar banyak kegiatan. Ada lomba masak, lomba meracik kopi manual, sampai desain games.

Lucky, pencipta games, sedang memberikan pemaparan. | Adian Saputra
Lucky, pencipta games, sedang memberikan pemaparan. | Adian Saputra

Ngomong-ngomong soal games, Elki juga sudah game sendiri yang ditaruh di Playstore Android. Namanya Finding Els Coffee. Permainan ini mengumpuklan banyak kopi sebagai poin utama. Tapi hati-hati, ada kucing jahat yang bisa menggagalkan si pemain dalam mengumpulkan kopi.

Kucing dipilih, kata si pembuat game ini, Lucky Putra Darmawan, kata Elki tak suka dengan kucing. Nah, ketahuan nih pak bos engak suka kucing, hehehe.

Acara peluncuran ini dihadiri Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung M Yusuf Kohar yang juga Wakil Wali Kota Bandar Lampung. Yusuf memang dikenal sebagai seorang pengusaha andal. Saat ia diminta memberikan sambutan, ia menyatakan apresiasi yang tinggi kepada Elki. Kata Yusuf, ia bangga ada anak muda Lampung yang mau mengangkat nama Lampung ke level nasional. Yusuf juga suka cara kerja Elki.

“Jujur, saya enggak menyangka El’s Coffee jadi seperti ini, besar, sudah ada beberapa cabang bahkan sampai Bandara Radin Inten II,” kata Yusuf.

Yusuf menuturkan, ia juga yakin El’s Creative Hub bisa menjadi medium persemaian gagasan anak-anak muda di Lampung. Tujuan utamanya tentu saja membawa nama Lampung ke pentas nasional.

“Saya suka El’s ini karena bisa menambah lapangan kerja. Orang kalau datang ke Lampung bisa ke El’s karena menjual kopi lampung. Kita ada destinasi kuliner yang bisa kita banggakan. Sekali lagi, saya bangga dengan El’s,” ujarnya.

Joni, ayahanda Elki. | Adian Saputra
Joni, ayahanda Elki. | Adian Saputra

Yusuf memberikan saran agar kerja sama orang-orang kreatif di El’s Creative Hub ini ditingkatkan dan menjadi budaya. Sebab, dengan demikian, masing-masing orang akan memberikan masukan dan gagasan untuk kebaikan,” ujarnya.

Yusuf mencontohkan, di Nusa Tenggara Barat, semua warga mau berkontribusi demi pariwisata daerahnya. Anak-anak usai sekolah kemudian mengambil kamera ponsel dan DSLR. Mereka kemudian mencari spot yang bagus dan mengambil angle yang menarik. Hasil fotonya mereka sering jual kepada wisatawan yang datang.

Yusuf ingin, El’s memberikan ruang kepada siswa SMK di Lampung yang banyak membuat cenderamata. Sayangnya, akses mereka kepada dunia luar masih terbatas. Jika hal ini dibantu atau difasilitasi El’s, ia yakin buah tangan bikinan mereka banyak laku terjual.

Keinginan Yusuf sama dan sebangun dengan tekad Elki membesarkan usahanya ini. Elki memang meniatkan El’s ini sebagai usaha kebanggaan orang Lampung. Ia ingin nama Lampung harum di kancah nasional. Ia ingin kopi lampung unggul ketimbang kopi lain. Ia ingin, semua pengusaha kopi di Lampung ini bersatu. Untuk poin ini, Elki bahkan sudah pernah menginisiasi pertemuan para pengusaha kopi lokal.

“Kalau saya, yang penting semua maju. Enggak hanya El’s. Kita engak usah ngomong soal kesiapan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN deh. Kejauhan menurut saya. Yang penting itu, kita siapkan anak-anak Lampung untuk bisa kreatif dan punya daya saing di sini dulu. Dengan begitu mereka siap dengan persaingan di dalam negeri,” ujarnya.

Saya dan Elki.
Saya dan Elki.

Suasana ruang El’s Creative ini memang enak sebagai tempat kerja. AC-nya nyaman. Tempat duduknya tak bikin pegal. Mejanya pas dengan lengan saat mengetik.

Kamar mandi pun ada. Kata Elki, jika seharian di sini penat dan pengunjung hendak mandi, sarana kamar mandi yang nyaman pun tersedia.

Dengan duit lima puluh ribu rupiah, kita bisa seharian di sini. Sudah dapat kopi dan kudapan. Jaringan wifinya, kenceng banget.

Sebetulnya ada satu ruang lagi di lantai III. Ini dinawaitukan untuk mereka yang suka konsep dengan atap langit luas. Buat mereka yang “ahli hisap” atau perokok, di sinilah bisa bekerja. Soalnya kalau di lantai II full AC bray, engak bisa merokok, hehehe.

Aura kerja yang enak itu penulis rasakan pas sekali. Penulis bahkan sempat mengatakan kepada Elki, kalau tempatnya enak, saya akan bekerja di sini beberapa hari untuk menulis buku baru saya bertema jurnalisme. Judulnya: Islam dan Jurnalisme, Tafsir atas 9 Elemen Jurnalisme Bill Kovach dan Tom Rosenstiel”.

Semoga sinergi yang hendak ditatahkan di sini benar-benar bisa terejawantahkan dengan baik. Selamat Elki atas El’s Creative Hub-nya. Semoga Allah Swt senantiasa meridai. Tabipun.

 

About adian

Saya lahir di Tanjungkarang pada 27 Januari 1979. Waktu di SMAN 2 Bandar Lampung, saya pernah jadi ketua umum OSIS. Pernah bekerja di Harian Umum Lampung Post, Majalah Khalifah, KBR68H, duajurai.com, dan kini Pemred Jejamo.com. Beberapa buku saya: Setengah Abad Alzier, Menulis dengan Telinga, Menjaga Nama Baik (Biografi H Mursyid Arsyad SH), dan novel Ghandaru. Menikah dengan Sekar Sari Indah Cahyani dan dikaruniai dua putra: Nuh Muzaffar Quthuz dan Mirai Al Biruni

Check Also

Ilustrasi. | uberestimate.com

Tarif Uber di Bandar Lampung

Sejak sebulan terakhir, warga Bandar Lampung makin mudah dan murah untuk naik taksi berbasis aplikasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by griyawebhost.com