Kamis , November 23 2017
Home / Diary / Pengemudi Motor di Jalan Teuku Umar Bandar Lampung Ini Menjengkelkan

Pengemudi Motor di Jalan Teuku Umar Bandar Lampung Ini Menjengkelkan

Pengemudi sepeda motor dengan nomor polisi BE-3815-H ini menggunakan lampu rem tembak, Minggu malam, 11/9/2016. | Adian Saputra
Pengemudi sepeda motor dengan nomor polisi BE-3815-H ini menggunakan lampu rem tembak, Minggu malam, 11/9/2016. | Adian Saputra

Waktu masih bekerja di Lampung Post dahulu, saya pernah menulis surat pembaca perihal sepeda motor yang lampu rem belakangnya serupa lampu tembak. Bahan mika yang berada di belakang, tentu menjengkelkan pengemudi di belakangnya. Saat si empunya motor mengerem, sontak lampu rem tembak menyemburat. Pengemudi yang berada di belakang pasti akan kesal setengah mati.

Waktu menulis dahulu, saya memang sering melihat pengendara motor dengan lampu rem tembak. Saya sampai mencatat setiap bertemu dengan pengemudi yang lampu remnya didesain seperti itu.

Malam ini, saya kembali bertemu dengan pengemudi dengan lampu rem tembak. Saat menuju kantor malam ini, di Jalan Teuku Umar, mendekati arah Jalan Hanoman, seorang pengemudi mendahului. Ia persis di depan motor saya. Karena lalu lintas cukup padat malam takbiran ini, ia mengerem beberapa kali. Saya mengingat nomor polisi motor ini: BE-3815-H.

Lampu rem tembaknya itu bikin pandangan terganggu. Saya kemudian mencoba membalap. Sambil mengemudi, tangan saya mengeluarkan ponsel BlackBerry Bold yang kameranya lumayan terang kala gelap.

Meski saya sadar ini juga membahayakan, saya memberanikan diri mengambil gambar. Cekrek, cekrek. Ada tiga kali ponsel BlackBerry Bold perak saya ini bekerja. Saya mencatat pelat nomor sepeda motor itu.

Usai itu, saya berhenti sebentar. Saya melihat hasil kerja gawai BlackBerry. Lumayan juga. Setelah itu, tancap gas menuju kantor.

Perilaku pengemudi motor yang semacam itu tentu menjengkelkan sekali. Itu juga bisa membahayakan pengemudi di belakangnya. Jika sampai terkejut lantaran terkena sinar lampu rem tembak, rasanya pasti mengesalkan sekali.

Maka itu, polisi hendaknya juga segera menghentikan pengemudi yang motornya didesain semacam itu. Soalnya membahayakan sekali. Biasanya saya memberanikan diri menegur pengemudi yang lampu rem tembaknya demikian. Tadi, lantaran suasana lalu lintas ramai, saya tak sempat menjejeri si empunya motor. Insya Allah lain kali. Terima kasih sudah mau membaca dan meninggalkan komentar di artikel ini.

About adian

Saya lahir di Tanjungkarang pada 27 Januari 1979. Waktu di SMAN 2 Bandar Lampung, saya pernah jadi ketua umum OSIS. Pernah bekerja di Harian Umum Lampung Post, Majalah Khalifah, KBR68H, duajurai.com, dan kini Pemred Jejamo.com. Beberapa buku saya: Setengah Abad Alzier, Menulis dengan Telinga, Menjaga Nama Baik (Biografi H Mursyid Arsyad SH), dan novel Ghandaru. Menikah dengan Sekar Sari Indah Cahyani dan dikaruniai dua putra: Nuh Muzaffar Quthuz dan Mirai Al Biruni

Check Also

Ilustrasi Amien Rais pada buku saya Menulis dengan Telinga. Ilustrasi dibikin teman saya Tri Purnajaya. | Dok Pribadi

Lima Menit Menahan Panas Bodi Mobil Tumpangan Amien Rais

Nama Amien Rais dalam beberapa hari belakangan mengemuka. Dalam berita yang kita simak di media …

4 comments

  1. Kasian kalau pengguna jalan lain ntah pengendara motor/pengemudi mobil yang sudah berumur seperti ayah saya. Ketemu pengendara motor yang begini bisa kriyep-kriyep matanya. Mengganggu sekali.

  2. Mungkin dia terinspirasi sama kalimat dalam iklan, “Silau, Men!”, Bang 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by griyawebhost.com