Jumat , September 22 2017
Home / Kiat Kepenulisan / Tips Menulis Artikel

Tips Menulis Artikel

Tapis Blogger. | Ist
Tapis Blogger. | Ist

Yang utama untuk menulis artikel, baik itu opini, esai, resensi, dan kolom, adalah kemauan. Kalau sudah ada kemauan, tulisan itu pasti jadi. Soal karya itu bagus atau tidak, tentu butuh proses.

Hari Minggu lalu, saya mengisi kelas menulis artikel di Toko Buku Gramedia. Ada kebanggaan ketika saya diminta kawan-kawan di Tapis Blogger untuk memberikan materi menulis.

Apalagi beberapa yang hadir, saya kenal sebagai bloger yang bagus. Sebagian dari mereka bahkan penulis yang luar biasa. Sebagian lagi sudah mendapatkan duit lumayan dari Adsense yang dicantelkan di blog mereka.

Saya ingin merangkum pembicaraan kemarin ke dalam tulisan ringan nan sederhana ini. Bagaimana tips menulis artikel.

Pertama, kuasai persoalan

Menulis akan jauh lebih mudah kalau kita mengusai dengan baik topik yang hendak ditulis. Ini mensyaratkan kita untuk mempunyai kemampuan dan pengetahuan memadai soal itu.

Misalnya saya. Saya mudah menulis perihal jurnalisme, tulis-menulis, dan hal-hal yang berkelindan dengan itu karena memang mengusai dengan baik. Pengalaman dalam dunia jurnalisme membantu saya dalam menulis.

Saya menyarankan tidak menulis sesuatu yang kita tidak begitu mengerti. Ketimbang memaksakan dan “salah”, lebih baik menulis tema lain. Perihal poin akan akan ada kaitan dengan poin kedua.

Kedua, carilah basis kompetensi menulis

Menulis itu kan bagian dari hobi. Bisa jadi hobi kita ada banyak. Maka, mungkin, yang kita tulis pun pada awalnya banyak tema, beragam topik. Apa saja ada ide, ditulis.

Ke depan, supaya kita bisa mem-branding diri, upayakan ada satu poin yang kita kuasai. Misalnya tema soal film, musik, lagu, budaya, lukisan, Islam, dan sebagainya. Ini bertujuan orang akan mengingat kita punya basis kepenulisan yang mumpuni. Kalau saya ya enggak jauh-jauh lah dari jurnalisme.

Ketiga, banyak baca

Nasihat ini barangkali bosan kita mendengarnya. Tapi mau kayak mana lagi. Kalau enggak suka baca, gimana mau bisa jadi penulis. Apa yang mau ditulis kalau enggak ada asupan informasi. Maka, sukai membaca. Belilah buku. Jangan hanya meminjam. Meminjam sesekali saja. Kalau ada uang, beli buku.

Membaca membuat perspektif kita bertambah, pengetahuan kita meluas, ilmu kita meningkat.

Keempat, bikin kerangka sederhana

Ide kan banyak. Kadang berseliweran di kepala. Bikin kerangka karangan supaya menulisnya lebih tertata. Bikin saja dalam kalimat. Dapat 20 kalimat sebagai intisari tiap alinea, insya Allah dapat satu artikel. Sebab, masing-masing kalimat utama itu akan menjadi intisari gagasan di satu paragraf.

Kelima, hajar terus jangan berhenti

Kalau kerangka sudah dibuat, ya mulai saja menulis. Hajar saja terus. Tidak usah banyak editing terlebih dahulu. Salah kalimat enggak apa, sampai tulisan kelar. Kalau sudah kelar, baru diedit, disunting, biar makin ramping dan enggak garing, hehehe.

Keenam, tambah referensi/kutipan dari beragam sumber

Tidak mengapa, dalam artikel kita tambahkan pendapat orang. Nukilan dari buku, pendapat tokoh, dan sebagainya. Atau mungkin kutipan ayat Alquran. Itu untuk menambah bobot tulisan.

Ketujuh, ide sendiri lebih banyak

Meski menukil dari beragam sumber, ide dasar kita mesti lebih banyak. Artikel seperti esai, kolom, opini, dan resensi tentu mesti ada gagasan kita. Meski sedikit, ada gagasan kita. Jadi, tidak sekadar mengulang gagasan orang. Konten mesti ditambah dengan ide kita.

Misalnya, habis nonton film, kita menulis resensinya. Resensi tidak hanya menceritakan isi film, tapi mengulasnya. Bagusnya film itu, kekurangan, sinematografinya kayak mana, pemainnya oke apa enggak, dan sebagainya. Itu adalah ulasan yang memberikan warna ketimbang hanya menceritakan.

Kedelapan, berbahasalah yang baik

Bahasa yang baik enggak melulu yang baku. Kalau kita menulis untuk media massa umum, tentu bahasanya mesti bagus bener. Dalam artian, ilmiah populer. Namun, untuk blog, mengalir saja. Ya kayak artikel inilah. Mengalir saja. Sesekali pakai ujaran lisan, boleh-boleh saja. Anggap saja saat menulis itu kita sedang berbicara dengan orang lain.

Kesembilan, baca lagi kemudian posting

Kalau sudah kelar, bacalah sekali lagi artikel itu. Mungkin ada kesalahan ketik atau kutipan yang keliru. Baca sekali lagi. Dirasa-rasai, sudah enak belum. Apa yang mesti ditambah, apa yang mesti dipangkas. Kalau kira-kira sudah oke, posting. Kalau untuk dikirim ke media massa, silakan dikirim via surat elektronik. Selamat menulis.

About adian

Saya lahir di Tanjungkarang pada 27 Januari 1979. Waktu di SMAN 2 Bandar Lampung, saya pernah jadi ketua umum OSIS. Pernah bekerja di Harian Umum Lampung Post, Majalah Khalifah, KBR68H, duajurai.com, dan kini Pemred Jejamo.com. Beberapa buku saya: Setengah Abad Alzier, Menulis dengan Telinga, Menjaga Nama Baik (Biografi H Mursyid Arsyad SH), dan novel Ghandaru. Menikah dengan Sekar Sari Indah Cahyani dan dikaruniai dua putra: Nuh Muzaffar Quthuz dan Mirai Al Biruni

Check Also

Ilustrasi Amien Rais pada buku saya Menulis dengan Telinga. Ilustrasi dibikin teman saya Tri Purnajaya. | Dok Pribadi

Lima Menit Menahan Panas Bodi Mobil Tumpangan Amien Rais

Nama Amien Rais dalam beberapa hari belakangan mengemuka. Dalam berita yang kita simak di media …

11 comments

  1. Kece bangets tipsnya Bang, mantaap

  2. Idenya kadang melimpah ruah tapi nulisnya banyak alasan. Saya banyak nulis malah kalau lagi di luar rumah, kalau sudah di rumah fokus sama anak-anak. Masalahnya juga di luar rumah lebih banyak ngerjain hal lain. Aih curcol. Maafkan. Hehe…

  3. mungkin tambah satu lagi, jangan malas.

  4. Mantab kak! Thanks buat ilmunya kemaren.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Powered by griyawebhost.com